AKU CINTA INDONESIA---------- Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.(Pramoedya Ananta Toer, Rumah Kaca, 352)----------Ada kejahatan yang lebih buruk daripada membakar buku. Salah satunya adalah tidak membaca buku (Joseph Brodsky -Pemenang Nobel Sastra Rusia)---------- Tidak Seorangpun dari kita dapat menemukan makna dalam hidupnya jika tidak mempunyai sesuatu yang bernilai untuk diperjuangkan mati-matian---------- Allah SWT menciptakan segalanya tidak ada yang sia-sia (Al-Imron:191) ---------- Sebaik-baik manusia adalah manusia yang lebih berguna bagi manusia lain (HR Al-Qadha-'i) ---------- Bersyukurlah.Kebanyakan dari kita tidak mensyukuri apa yang kita miliki, tetapi kita selalu menyesali apa yang belum kita capai (Schopenhauer)

14 November 2009

Sweet Home 3 D

Memanfaatkan software open source yang satu ini, mengingatkanku pada saat saya masih gila-gilanya bermain game The Sims. Tidak hanya itu, cara penggunanya yang simple tapi hasil desain yang lumayan bagus tidak kalah dengan AutoCad 3D. Hanya saja perbedaaanya jelas AutoCAD lebih susah, lengkap, dan fiturnya yang beragam fungsi dibanding software open source ini. Namun, bagi pemula-pemula yang doyan mendesain khususnya desain interior rumah atau kantor dengan segala perabotannya disarankan bisa memanfaatkan software yang satu ini. Karena selain mudah pengoperasiannya juga tidak membuat komputer anda menjadi berat seperti software-software design pada umumnya.

Software Sweet Home 3D bisa di download dengan gratis karena sifatnya yang open source. Anda bisa mendownloadnya langsung si situs yang empunya yaitu di http://sweethome3d.eu atau di gudangnya website open source : sourceforge.net. Software ini support terhadap OS Windows, Mac OS X 10.4 /10.6, Linux dan Solaris. Size-nya hanya 29.2 MB, ringankan?. Model-model berextension OBJ file seperti perabotan yang variatif juga bisa di unduh secara gratis hanya di Sweet Home 3D ini. Bila, pada akhir desain kemudian memanfatkan aplikasi pada Create Photo juga akan tampak nyata hasilnya. Bahkan apabila anda males untuk menginstalnya, jangan khewatir, software ini juga bisa dioperasikan dalam keadaan online? gimana mau mencoba?
Read more

Tiga Cerpen, Buku, dan Kick Andy

Kurang lebih sudah dua tahun ini, saya tidak lagi menulis cerpen untuk media. Bukan karena tak ada ide, akan tetapi karena memang masih mencari-cari apa yang kurang pada hasil karya cerpen-cerpenku ini sehingga sudah tiga kali di tolak oleh salah satu surat kabar harian berskala lokal. Wah, baru bersifat lokal??Apalagi berskala nasional. Bikin ciut nyali saja. Tapi tak mengapa, baru hanya tiga kali. belum sampe lima puluh kali. Akan tetapi, andaikata sampai lima puluh kalipun saya pikir, tidak akan mengirimkannya lewat surat kabar harian, melainkan akan saya jadikan buku lalu akan kukirimkan ke penerbit yang ada di Jogjakarta. Kenapa harus di Jogjakarta?

Entahlah, selain karena memang kota pelajar itu yang memiliki banyak usaha penerbitan juga karena faktor historis yang dulu pernah saya singgahi.

Kembali ke masalah "tidak menulis cerpen untuk media."Surat kabar harian lokal yang menolak cerpenku itu adalah Radar Cirebon. Padahal bisa saja apabila saya kirimkan ke media lain akan ada yang mau menerimanya. Tetapi sudahlah, toh lagi pula cerpen-cerpenku itu sudah kuterbitkan lewat blog yang ndak jelas ini. Dalam hati saya bergumam, "pasti Radar Cirebon akan menyadari dan menyesal karena telah menolak cerpenku ini yang suatu saat akan dijadikan buku ini. Bukan berarati saya terlalu percaya diri, tetapi setidaknya sikap inilah yang akan memupuk psikis saya untuk selalu terus berusaha agar selalu berkarya."

Tiga cerpen yang ditolak itu Pak Gubernur, Buku Merah, dan Surat Untuk Sang Raja. Pak Gubernur mengisahkan seorang nenek tua renta yang mempunyai suami sakit-sakitan hingga harus kehilangan nyawanya tanpa orang tahu bahkan nenek tua ini. Rumah sakit, mitos, dukun dan aparat desa juga di singgung dalam cerpen ini. Buku Merah mengisahkan seorang mahasiswa yang dipenjara gara-gara melakukan bedah buku, yang pada saat itu dilarang oleh pemerintah. Sedangkan Surat Untuk Sang Raja mengisahkan lelaki miskin yang berkaki satu namun mempunyai jiwa idealisme untuk negerinya.

Biarlah seklumit tulisan ini menjadi saksi, bahwa tiga cerpen perdanaku telah di tolak dan berancana akan dijadikan buku kumpulan cerpen, lantas sayapun di suatu hari di wawancarai pada acara Kick Andy (ha...2). Dan buat Y.B. Mangun Wijaya, Kuntowijoyo, Umar Kayam, A.A. Navis, Buya Hamka, Pramoedya Ananta Toer, Seno Gumira Ajidarma maafkan pembaca setiamu belum bisa seperti anda karena masih dalam proses pencarian...
Read more

10 November 2009

Antara Rumah Bambu, Kali Code dan Mantan Pacar

Entahlah di peringatan hari pahlawan ini, saya hanya ingin bercerita tentang salah satu bukuku yang dulu diberikan oleh mantan pacarku. Pada tanggal 29 Februari 2004, mantan pacarku ini telah memberikan sebuah buku yang menurut saya sip banget. Bukan karena pemberian sang mantan pacar, lantas saya menjadi memuji setinggi langit buku ini, akan tetapi karena memang buku yang telah diberikannya adalah dikarang oleh seorang yang menurut saya pahlawan. Selain itu, tentu saja buku yang dikarangnya memang bermutu dan bagus. Rupanya mantan pacarku ini tahu, bahwa saya pengaggum berat si pahlawan ini. Siapa dia?

Dia adalah Y.B. Mangun Wijaya sang pahlawan KALI CODE. Ya, pinggiran KALI CODE ini yang dulu pernah menjadi tempat kostku saat di Jogjakarta. Pahlawan KALI CODE ini, selain telah banyak mengarang buku yang bersifat non fiksi, beliau telah banyak mengarang buku yang bersifat fiksi pula. Salah satunya adalah pemberian mantan pacarku ini yang berjudul; “RUMAH BAMBU.” Ini adalah buku kumpulan cerpen pertama dan terkahir yang diterbitkan oleh KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) semenjak beliau wafat pada tanggal 10 Februari 1999. Buku kumpulan cerpen “RUMAH BAMBU” memiliki cerita-cerita yang tampak sederhana namun syarat makna. Lakon-lakon tentang keprihatinan orang kecil, kepahlawanan, tokoh pewayangan, sindiran khas selalu beliau ramu dari ratusan kata menjadi ratusan kalimat sehingga terciptalah menjadi sebuah cerita pendek yang mengalir dan enak dibaca. Terus terang buku “RUMAH BAMBU” ini selalu menjadi teman saya dikala saya sedang mencari pencerahan wawasan ketika ke Jatinangor. Buku “ RUMAH BAMBU” ini juga selalu saya bawa dan menjadi teman dalam bus Primajasa ketika saya akan bertandang dari Jatinangor ke rumah mantan sang pacar (Pamulang-Ciputat). Lalu, sayapun membawa kembali buku ”RUMAH BAMBU” ini dikala saya harus pulang ke kampung halaman (Indramayu) dengan Dewi Sri untuk mencari uang demi si anak mantan pacar.

Ceritanya seperti apa sih? Sehingga saya harus selalu bawa dan dibaca berulang-ulang seolah-olah tak pernah selesai. Sudah saya katakana sederhana namun syarat makna. Dan hanya orang-orang yang mempunyai empatilah ketika membaca buku ini, dia akan menerawang jauh dan kadangkala harus menitikan air mata. Tidak percaya? Buktikan saja apabila anda membacanya dan hayati.

Cerita “MBAK PUNG” (hal.143) sungguh menyayat hati. Seorang wanita yang ditinggal mati oleh bapaknya dan PURWATI ini adalah wanita yang buruk rupa seperti LIMBUK, namun menjadi tulang punggung adik-adik dan keluarganya. Seorang wanita perkasa yang selalu melindungi adik-adiknya. Seorang wanita penyabar yang selalu memberikan kasih sayang terhadap semua adik-adiknya “WINARTI”, “GHATOT dan "PINKI". Seorang wanita yang tidak laku kawin namun tetap berdiri kokoh untuk membesarkan adik-adiknya.

“MBAK PUNG” adalah seorang pahlawan yang melawan mitos bahwa apabila dilangkahi menikah oleh adiknya “WINARTI” dia tidak laku kawin. “Tidak mudah menjadi wanita buruk rupa, akan tetapi jauh lebih sulit ditakdirkan menjadi wanita cantik”.

GHATOT adik MBAK PUNK kelas 2 SMA ini, selau tak henti-hentinya sambil bercanda gurau mengolok-olok sang pahlawan ini.

GHATOT: “Haiyaaa, tetapi apa akan abadai begini saja.”
MBAK PUNK: “Biar!Abadi juga tak mengapa.”
GHATOT: “Segala di dunia fana ini tidak ada yang abadi.”
MBAK PUNK: “Sombongmu. Mentang-mentang sok filsuf .
GHATOT: “Filsuf itu apa, Mbak?”
MBAK PUNK: “Embuh, hihiiiiihaa, aku sendiri tak tahu juga.”
GHATOT: “Hahaaahaaaa, aku tahu, hiyahuu!”
MBAK PUNK: “Apa?”
GHATOT: “Filsuf itu orang yang otaknya tidak kawin, tetapi hatinya ingin.”
MBAK PUNK: “Kurang ajar!Sudah, saya turun disini saja.

Begitulah, kisah salah satu cerita hingga kadang “MBAK PUNG” menangis sendiri apabila mengingatnya.

Diakhir cerita: “PURWATI masih mengamat-amati diri dalam cermin satu veteran. Sejak kecil cermin musuhnya, pengolok-olok keji tanpa ampun. Ia benci pada cermin, tetapi entahlah setiap kali ia datang minta nasehat dan hikmah dari cermin setua itu”.

Ada lagi cerita yang berjudul “TAK ADA JALAN LAIN”, kisah si Baridin, lelaki menjadi perempuan, CAT KALENG, MBAH BENGUK, PUYUK GONGGONG, LAMPU WARISAN, PAHLAWAN KAMI, THITHUT, NARADA, COLT KEMARAU dan masih banyak lainya. Suatu saat, saya pasti akan menggoreskannya satu-persatu tentang buku “RUMAH BAMBU” ini. Entahlah kapan? Yang jelas, bukan hanya saya tulis ketika peringatan dihari pahlawan saja karena semakin Indonesia bertambah umurnya, semakin banyak saja pahwalan yang mengaku dirinya pahlawan. Tidak tahu siapa yang benar! (hayo ngaku???) Dan buat mantan pacarku yang kini menjadi istriku: terima kasih bukunya. Karena dengan buku ini, saya menjadi tahu apa itu hidup, paling tidak hidup untuk setengah jujur, eit…jangan donk???, harus jujur. Mampukah?

Sumber gambar Kali Code: http://static.panoramio.com/photos/original/21880791.jpg
Sumber photo Y.B.Mangun Wijaya :http://kalenderevent.com/events/show/2696

Read more

Artikel Lainya



  1. Sweet Home 3D
  2. Tiga Cerpen, Buku, dan Kick Andy
  3. Antara Rumah Bambu, Kali Code dan Mantan Pacar
  4. Hunting Objek Photo Untuk Kontes Fotografi "Potret Pendidikan Indonesia"
  5. Oknum Evan Brimob: Sebuah Pernyataan Yang Provokatif
  6. KPK VS Polri : Anggodo Widjojo Tersenyum
  7. Kursi Tua (cerpen)
  8. Membacalah: Wahai Para Pemuda
  9. Pustakawan Masa Depan (II)
  10. Pertamina, CSR, dan Peradaban Bangsa Indonesia
  11. Tagedi Kopi dan Rokok
  12. Viva "Engkau"
  13. Apa itu Senayan
  14. Silverwave Templates Untuk Senayan
  15. AnotherSquare Template Senayan
  16. Katalog Online Dengan Senayan
  17. 3 Free Webhosting Untuk CMS Drupal Yang Saya Coba
  18. Buku-ku
  19. Apa Itu CMS Drupal
  20. Wa Bakhri
  21. Pak Scoot Dulu dan Kini Telah Pergi
  22. Apa Ira
  23. Lebaran Tahun ini (Pak Gubernur II)
  24. Jalan Pintas Dengan Aplikasi RUN Microsoft Windows
  25. Mencari Jarum di Tumpukan Jerami
  26. Online Dengan Web Massenger
  27. Mengirim e-mail Tanpa Account: Komunikasi Dengan Tujuan Tersembunyi
  28. Back Up Dulu, Sebelum Bermain Dengan Registry
  29. Tiga Celah Mengakses Website Yang Kena Blocked
  30. Menambah Kecepatan Koneksi Internet di Komputermu
  31. Cara Download Video Youtube Tanpa Software
  32. Cari Serial Number dengan ".............."94FBR
  33. Tunjangan Kelangkaan Profesi: Pembawa Angin Segar Pustakawan Di Daerah
  34. Petani Mancangkul Sawah, Pustakawan Mencangkul Buku
  35. Sampah Visual: Sebagai Bentuk Proses Komunikasi
  36. Buku Merah (Cerpen)
  37. SMS Center dan Transmisi Impuls Gelombang Radio: Aplikatif Perpustakaan Dalam Menjaring Koleksi Berdaya Guna
  38. Tahlilan (Cerpen)
  39. Surat Untuk Sang Raja (Cerpen)
  40. Pak Gubernur (Cerpen)
  41. PPCindo: Sang Parasit atau Simbiosis Mutualisme
  42. Realisasi Undang-Undang Nomor 4 tahun 1990 Terhadap Pelestarian Khasanah Budaya Bangsa
  43. Pustakawan Masa Depan
  44. Perpustakaan di Negeriku: Sebuah Refleksi Diaspora
  45. Tentang Saya



My Blog List

  • Drupal Book - Mau tahu buku-buku Drupal luar negeri? Ini dia daftar buku-buku drupal luar negeri, dari yang sudah terbit dan akan terbit, dari yang berjenis paperback at...
    4 hours ago
  • Reading Habits - Reading habits need planted since childhood, because this may affect the young generation holistic and form an advanced nation. This photo, i take whe...
    5 days ago
  • Malam Ini Kuterbangun - Hari ini, sehabis isya. Teman kecilku dari Pondok Pesantren Bode Plered -Cirebon datang kerumahku. Jam 1.30 dia membangunkanku. Katanya mau pulang. Dan ba...
    1 week ago

Recent Comments